Definisi Taqwa Menurut Sahabat dan Ulama (Arab, Terjemah & Sumber)
Taqwa merupakan salah satu konsep utama dalam Islam. Karena pentingnya sampai-sampai taqwa ini harus disampaikan dan menjadi wasiat dan nasihat setiap pekannya di hari jumat saat khatib berkhutbah. Taqwa adalah oleh-oleh jamaah sepulang dari sholat jumat.
Banyak sahabat Nabi dan para ulama memberikan definisi yang mendalam tentang makna taqwa. Berikut ini adalah kumpulan definisi taqwa lengkap dengan teks Arab, terjemahan, dan sumbernya.
Definisi Taqwa Menurut Sahabat
1. Umar bin Khattab & Ubay bin Ka‘ab
أَمَا سَلَكْتَ طَرِيقًا ذَا شَوْكٍ؟ قَالَ: بَلَى قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ؟ قَالَ: شَمَّرْتُ وَاجْتَهَدْتُ قَالَ: فَذَاكَ التَّقْوَىArtinya: “Tidakkah engkau pernah berjalan di jalan yang penuh duri? ... Itulah taqwa.”
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari
2. Ali bin Abi Thalib
التَّقْوَى هِيَ الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيلِ، وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيلِ، وَالْقَنَاعَةُ بِالْقَلِيلِ، وَالِاسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيلِArtinya: “Taqwa adalah takut kepada Allah, mengamalkan Al-Qur’an, merasa cukup, dan bersiap untuk akhirat.”
Sumber: Ibn Abi Dunya – Kitab at-Taqwa
Definisi Taqwa Menurut Ulama
3. Thalq bin Habib
التَّقْوَى أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللَّهِ، تَرْجُو ثَوَابَ اللَّهِ، وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللَّهِ، تَخَافُ عِقَابَ اللَّهِArtinya: Beramal dengan ketaatan di atas ilmu dan meninggalkan maksiat karena takut kepada Allah.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir
4. Hasan Al-Bashri
مَا زَالَتِ التَّقْوَى بِالْمُتَّقِينَ حَتَّى تَرَكُوا كَثِيرًا مِنَ الْحَلَالِ مَخَافَةَ الْحَرَامِArtinya: Orang bertaqwa meninggalkan sebagian yang halal karena takut jatuh ke yang haram.
Sumber: Hilyatul Auliya
5. Ibnu Rajab
أَصْلُ التَّقْوَى أَنْ يَجْعَلَ الْعَبْدُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَا يَخَافُهُ وِقَايَةًArtinya: Taqwa adalah membuat pelindung antara diri dan murka Allah.
Sumber: Jami’ul Ulum wal Hikam
6. Ibnu Taimiyah
التَّقْوَى هِيَ أَنْ يَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللَّهِ وَيَتْرُكَ مَعْصِيَتَهُ عَلَى نُورٍ مِنَ اللَّهِArtinya: Taat dan meninggalkan maksiat dengan ilmu serta harapan dan rasa takut kepada Allah.
Sumber: Majmu’ Fatawa
Definisi Taqwa Menurut Imam An-Nawawi, Al-Ghazali & Ibnul Qayyim
Pada artikel sebelumnya telah dibahas definisi taqwa menurut para sahabat dan sebagian ulama. Kali ini, kita akan melanjutkan dengan pandangan ulama besar seperti Imam An-Nawawi, Imam Al-Ghazali, dan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah tentang makna taqwa.
Definisi Taqwa Menurut Ulama Besar
7. Imam An-Nawawi rahimahullah
التَّقْوَى هِيَ امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللَّهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيهِArtinya: “Taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.”
Sumber: Syarah Riyadhus Shalihin (makna umum dari penjelasan beliau)
8. Imam Al-Ghazali rahimahullah
التَّقْوَى أَنْ لَا يَرَاكَ اللَّهُ حَيْثُ نَهَاكَ وَلَا يَفْقِدَكَ حَيْثُ أَمَرَكَArtinya: “Taqwa adalah Allah tidak melihatmu di tempat yang Dia larang, dan tidak kehilanganmu di tempat yang Dia perintahkan.”
Sumber: Ihya Ulumuddin (makna yang dinukil dari penjelasan beliau)
9. Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah
حَقِيقَةُ التَّقْوَى الْعَمَلُ بِطَاعَةِ اللَّهِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا أَمْرًا وَنَهْيًاArtinya: “Hakikat taqwa adalah beramal dalam ketaatan kepada Allah dengan iman dan mengharap pahala, baik dalam menjalankan perintah maupun menjauhi larangan.”
Sumber: Madarijus Salikin
10. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah
إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَكُونَ أَتْقَى النَّاسِ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِArtinya: “Jika engkau ingin menjadi manusia paling bertaqwa, maka bertawakallah kepada Allah.”
Sumber: Manaqib Asy-Syafi’i
11. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah
التَّقْوَى تَرْكُ مَا تَهْوَى لِمَا تَخْشَىArtinya: “Taqwa adalah meninggalkan apa yang engkau inginkan karena takut kepada Allah.”
Sumber: Az-Zuhd oleh Imam Ahmad
Kesimpulan
Dari penjelasan para ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa taqwa memiliki beberapa unsur penting:
- Ketaatan kepada Allah secara lahir dan batin
- Menjauhi segala larangan-Nya
- Ikhlas dan berharap pahala
- Takut terhadap azab Allah
- Mengendalikan hawa nafsu
Semakin dalam seseorang memahami makna taqwa, maka semakin tinggi kualitas keimanannya. Ada 3 Level taqwa yang perlu Anda ketahui.
