Subscribe Us

header ads
Surah An-Nahl artinya lebah juga disebut An-Ni'am artinya kenikmatan-kenikmatan. Dinamakan An-Nahl karena lebah adalah diantara makhluk Allah yang mengagumkan. Allah subhanahuwata'ala menitipkan banyak rahasia padanya dan mengeluarkan banyak nikmat darinya seperti madu, biji-bijian, penyerbukan dan lain sebagainya. sehingga hal itu sesuai dengan makna umum surah ini, yaitu perhitungan nikmat-nikmat.

Surah An-Nahl juga disebut dan dinamakan Surah An Ni'am artinya kenikmatan-kenikmatan karena Allah banyak memberikan nikmat kepada makhlukNya.


Surah ini dimulai dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada para Rasulnya untuk memberikan peringatan kepada manusia sebagaimana yang terdapat dalam surah an-nahl ayat 2

 يُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنۡ أَمۡرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ 

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku". (TQS. An Nahl : 2)

Surah ini juga ditutup dengan penjelasan cara memberikan peringatan.  Kita perhatikan firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 125

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ 


إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (TQS. An-Nahl : 125)

Surah ini juga dimulai dengan perintah untuk bertaqwa sebagaimana terpadat pada ayat 2. (lihat ayat diatas). Surah ini juga ditutup dengan penjelasan tentang hasil atau buah dari ketakwaan sebagaimana yang terdapat dalam ayat 128.

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحۡسِنُونَ 

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (TQS. An-Nahl : 128)

Hal itu merupakan kenikmatan yang paling besar bagi makhlukNya (bagi manusia) karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan selalu membersamai mereka Apabila mereka senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

MP3 Murottal Surah An-Nahl oleh Syaikh Hani Ar-Rifai

Tema Utama Surah An-Nahl

Tema utama dari surah An Nahl adalah penetapan keesaan Allah dan rububiyah Allah subhanahu wa ta'ala dengan melimpahkan nikmat nikmat kepada makhlukNya.
  • Penjelasan tentang nikmat nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan kepada makhlukNya di dunia dan di akhirat terutama wahyu agar para makhluk menerimanya dengan kerelaan dan perasaan bersyukur
  • Perincian sebagian nikmat-nikmat ini bertujuan agar para makhluk merasakan dan mengetahui bahwa Allah dekat dengan mereka, lembut kepada mereka, dan selalu memulai dengan rasa cinta kepada mereka. Perhatikan surah An-Nahl ayat 4-16, juga ayat 65-72, dan ayat 78-81.
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٖ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ  ٤ 


Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. [An Nahl:4]


وَٱلۡأَنۡعَٰمَ خَلَقَهَاۖ لَكُمۡ فِيهَا دِفۡءٞ وَمَنَٰفِعُ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ  ٥ 




Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. [An Nahl:5]


وَلَكُمۡ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسۡرَحُونَ  ٦ 



Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. [An Nahl:6]



وَتَحۡمِلُ أَثۡقَالَكُمۡ إِلَىٰ بَلَدٖ لَّمۡ تَكُونُواْ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلۡأَنفُسِۚ إِنَّ رَبَّكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ  ٧ 



Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, [An Nahl:7]



وَٱلۡخَيۡلَ وَٱلۡبِغَالَ وَٱلۡحَمِيرَ لِتَرۡكَبُوهَا وَزِينَةٗۚ وَيَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ  ٨ 



dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [An Nahl:8]



وَعَلَى ٱللَّهِ قَصۡدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنۡهَا جَآئِرٞۚ وَلَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ  ٩ 


Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar). [An Nahl:9]



هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗۖ لَّكُم مِّنۡهُ شَرَابٞ وَمِنۡهُ شَجَرٞ فِيهِ تُسِيمُونَ  ١٠ 



Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. [An Nahl:10]


يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرۡعَ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلۡأَعۡنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِۚ 



إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ  ١١ 



Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. [An Nahl:11]



وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتُۢ بِأَمۡرِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ  ١٢ 



Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya), [An Nahl:12]



وَمَا ذَرَأَ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥٓۚ 


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَذَّكَّرُونَ  ١٣ 



dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. [An Nahl:13]



وَهُوَ ٱلَّذِي سَخَّرَ ٱلۡبَحۡرَ لِتَأۡكُلُواْ مِنۡهُ لَحۡمٗا طَرِيّٗا وَتَسۡتَخۡرِجُواْ مِنۡهُ حِلۡيَةٗ تَلۡبَسُونَهَاۖ 

وَتَرَى ٱلۡفُلۡكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ  ١٤ 

Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. [An Nahl:14]


وَأَلۡقَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ رَوَٰسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمۡ وَأَنۡهَٰرٗا وَسُبُلٗا لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ  ١٥ 


Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, [An Nahl:15]



وَعَلَٰمَٰتٖۚ وَبِٱلنَّجۡمِ هُمۡ يَهۡتَدُونَ

dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. [An Nahl:16]

  • Penjelasan tentang sebab tidak adanya keimanan an-naba dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat yaitu pengingkaran sebagaimana dalam ayat 22 dan juga karena kesombongan sebagaimana dalam ayat 22
  • Penjelasan sejumlah hukum syar'i yang berkaitan dengan hijrah, jihad perintah untuk bersikap adil dan berbuat kebaikan, larangan berbuat keji dan mungkar dan tidak mengingkari janji.
  • Penjelasan tentang macam-macam kondisi manusia dalam mengikuti dalam mengkufuri nikmat sebagaimana yang terdapat dalam ayat 58, 73, 101,53 dan 54
  • Pemaparan teladan bagi orang-orang yang bersyukur, yaitu Ibrahim Alaihissalam dan sebagaimana Ia menjadi umat dengan hanya seorang diri.
INTISARI SURAH AN-NAHL

Satu Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan perasaan syukur Ibrahim Alaihissalam dan balasan darinya. dia mensyukuri nikmat nikmatnya dan balasannya adalah Allah telah memilihnya dan menunjuki nya ke jalan yang lurus titik an-nahl ayat 121 titik betapa luar biasanya syukur, yaitu tauhid dalam beribadah, dan betapa luar biasanya juga balasannya, yaitu menjadi orang terpilih dan mendapatkan hidayah dari Allah.

Dua titik Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan untuk berbuat adil dan mengiringinya dengan perbuatan baik titik ini adalah kaidah yang ditetapkan dan diulang-ulang dalam Alquran titik

3 ketika keadaan manusia berbeda-beda dalam masalah rezeki dan karunia di dunia, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan bersyukur kepada siapapun yang dilambangkan rezekinya, dan memerintahkan bersabar kepada siapa saja yang mengalami kesempitan dalam rezeki titik dia Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjanjikan akan memberikan rezeki kesucian dalam kurung ketenangan jiwa padanya sebagaimana dalam ayat 97.

4 titik di sini kami akan sebutkan Hafsah binti Sirin radhiallahu anhuma ketika seorang putranya meninggal dunia titik putranya ini sangat berbakti kepadanya. Ia pun merasa sangat sedih dan kehilangan titik kemudian ketika malam menjelang, ia berdiri menegakkan salat dan membukanya dengan Surah an-nahl. ketika ia sampai pada firman Allah Ah ma indakum wama indallah An Nahl ayat 96 Ia pun terhibur dan tidak Lagi bersedih titik hilanglah kesedihan yang ada dalam hatinya.

5 titik Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kepada lebah Buatlah sarang Makanlah tempuhlah perjalanan titik ketika lebah melaksanakan perintah perintah tersebut Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengeluarkan madu dari Perutnya. dari sinilah terdapat arahan dari Allah subhanahu wa ta'ala untuk hamba-hambanya, hendaknya mereka mengikuti perintah-perintahnya dan melaksanakannya sehingga ia dapat mengeluarkan kebaikan yang bermanfaat dan berkah bagi masyarakat.

6 titik Allah berfirman dalam surah an-nahl ayat 68 yang artinya. Mari Kita Renungkan sempurnanya ketaatan lebah dan baiknya pelaksanaan perintah-perintah ah dari Arabnya, sehingga lebah itu tidak terlihat kecuali pada tiga macam rumah tersebut. bahkan bila direnungkan ternyata sarang sarangnya yang paling banyak terdapat di Gunung kemudian di pepohonan kemudian di manapun yang dibikin oleh manusia sesuai urutan dalam ayat titik sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul qayyim Al jauziyyah dalam tafsir al qayyim al azim

7 Allah berfirman dalam surah An Nahl ayat 18 yang artinya ini adalah bentuk perlakuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala terhadap hamba-hambanya titik Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 34 yang artinya..., Sedangkan ini adalah bentuk perlakuan hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari Kita Renungkan perbedaan antara keduanya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menolong kita semua untuk bisa bersyukur kepadanya.








Lebih baru Lebih lama