3 Kapal AS Tenggelam dan 600 Tentara Tewas: Gempuran Operasi 'True Promise 4' Iran Guncang Teluk

 KUWAIT CITY – Eskalasi militer di wilayah Teluk mencapai titik didih baru pada akhir pekan ini. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang ke-84 dari Operasi True Promise 4, sebuah serangan gabungan besar-besaran yang menyasar aset strategis Amerika Serikat di Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).



Penenggelaman Kapal di Pelabuhan Kuwait
Laporan mengejutkan datang dari Pelabuhan Al-Shuyoukh, Kuwait. Dalam serangan yang dilancarkan Jumat (27/3/2026) malam, IRGC mengklaim telah menghancurkan enam kapal militer AS.
Menurut laporan yang dihimpun dari The Palestine Chronicle, tiga dari kapal tersebut—yang diidentifikasi sebagai kapal pendarat taktis (Landing Craft Utility/LCU)—dilaporkan tenggelam sepenuhnya setelah dihantam rudal jelajah dan balistik. Tiga kapal lainnya dilaporkan terbakar hebat dan mengalami kerusakan struktur permanen.
Kontroversi Angka Korban: 15 vs 600
Isu yang paling menyita perhatian internasional adalah jumlah korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat. Terjadi perbedaan data yang sangat kontras antara laporan resmi Pentagon dan klaim pihak Teheran:
Klaim Iran (600 Tewas): Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, setidaknya 600 hingga 800 tentara AS telah tewas. Iran mengklaim jumlah ini mencakup personel yang berada di kapal yang tenggelam serta pangkalan-pangkalan udara yang hancur.

Laporan Resmi (15 Tewas): Sebaliknya, data resmi yang dirilis hingga 29 Maret 2026 mencatat 15 personel AS tewas. Angka ini mencakup korban di Pelabuhan Shuaiba (6 orang), jatuhnya pesawat KC-135 di Irak (6 orang), dan serangan di pangkalan udara (3 orang).

spokesperson for Iran’s Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Ibrahim Zolfaghari. (Photo: Video grab)
Pangkalan Prince Sultan Membara
Di Arab Saudi, pangkalan udara strategis Prince Sultan (Al-Kharj) kembali menjadi sasaran. The Wall Street Journal melaporkan sedikitnya 12 tentara AS terluka dalam serangan terbaru ini. Selain korban personel, aset udara mahal seperti pesawat pengisian bahan bakar KC-135 dan pesawat pengintai E-3 Sentry AWACS dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat hantaman drone kamikaze.
Skala Serangan Global
Operasi ini melibatkan total 380 proyektil, menjadikannya salah satu serangan lintas batas paling kompleks dalam sejarah modern. Serangan juga menghantam wilayah pesisir dekat Dubai, UEA, yang menyasar titik kumpul unit drone Amerika.
Berdasarkan laporan terkini dari berbagai sumber internasional per tanggal 29 Maret 2026, berikut adalah detail mendalam mengenai serangan besar yang dilancarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap aset militer Amerika Serikat di wilayah Teluk:
1. Serangan di Pelabuhan Al-Shuyoukh, Kuwait
Operasi yang terjadi pada Jumat malam (27/3/2026) ini menargetkan armada laut AS dengan hasil sebagai berikut:
Target: Enam kapal pendarat (landing craft) tipe LCU milik Angkatan Laut AS.
Dampak: Tiga kapal dilaporkan tenggelam setelah terkena hantaman langsung, sementara tiga kapal lainnya terbakar dan rusak berat.
Persenjataan: Dilaporkan menggunakan rudal balistik Qadr-380 dan rudal jelajah buatan dalam negeri Iran.
2. Pangkalan Udara Prince Sultan (Al-Kharj), Arab Saudi
Laporan dari The Wall Street Journal dan media internasional lainnya mengonfirmasi dampak di pangkalan strategis ini:
Korban: Sedikitnya 12 tentara AS terluka, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis/serius.
Kerusakan Aset: Beberapa pesawat pengisian bahan bakar (refueling aircraft) jenis KC-135 dan pesawat pengintai E-3 Sentry AWACS mengalami kerusakan akibat serangan rudal dan drone.
Kronologi: Ini adalah serangan kedua yang menghantam pangkalan tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.
3. Operasi di Uni Emirat Arab (UEA) dan Dubai
Sebagai bagian dari Operasi True Promise 4 gelombang ke-84, serangan juga meluas ke wilayah UEA:
Skala Serangan: Melibatkan total 380 proyektil (rudal balistik, rudal jelajah, dan drone kamikaze).
Target Spesifik: Area pesisir dekat Dubai yang diidentifikasi sebagai titik kumpul unit drone AS dan sebuah hotel yang menampung personel militer.
Pertahanan: Otoritas UEA melaporkan penggunaan sistem THAAD dan Patriot untuk mencegat sebagian besar ancaman, meskipun tetap terjadi kerusakan di beberapa titik.
Sumber Berita Internasional Terkait:
The Wall Street Journal (WSJ): Melaporkan secara detail mengenai 12 tentara AS yang terluka dan kerusakan pesawat di Arab Saudi.
The Palestine Chronicle: Menyediakan rincian mengenai penenggelaman kapal LCU di Pelabuhan Kuwait.
Al Jazeera: Mengonfirmasi jumlah korban luka personel Amerika dan skala serangan rudal.
The Times of Israel: Memberikan konteks keterlibatan pangkalan-pangkalan di negara Teluk dalam konflik regional ini.
Gulf News: Melaporkan aktivitas sistem pertahanan udara di Dubai dan UEA.
Sumber Berita Terkait:
The Wall Street Journal: Laporan kerusakan pangkalan udara dan korban luka.
The Palestine Chronicle: Detail penenggelaman kapal di Kuwait.
Al Jazeera: Update eskalasi regional dan jumlah proyektil.
The Times of Israel: Analisis dampak serangan terhadap stabilitas Teluk.
Lebih baru Lebih lama