Subscribe Us

header ads
Kegiatan kajian Majelis Cinta Quran tempatnya diadakan di masjid sebab ia memiliki keutamaan yang secara langsung disebutkan secara manthuq oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam riwayat Muslim disebutkan

خَرَجَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ وَنَحْنُ في الصُّفَّةِ فَقالَ:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar sementara kami sedang berada di Shuffah (tempat berteduhnya para Fuqara dari kalangan muhajirin), kemudian beliau bertanya:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَومٍ إلى بُطْحَانَ أَوْ إلى العَقِيقِ

"Siapakah di antara kalian yang suka pergi ke Buthhan atau ke Aqiq,
فَيَأْتِيَ منه بنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ في غيرِ إثْمٍ وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ

lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta yang gemuk-gemuk dengan tanpa membawa dosa dan tidak pula memutuskan silaturahmi ?"
: فَقُلْنَا : يا رَسولَ اللهِ نُحِبُّ ذلكَ قالَ

Maka kami pun menjawab, "Kami semua menyukai hal itu." beliau melanjutkan sabdanya:

 أَفلا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إلى المَسْجِدِ فَيَعْلَمُ أَوْ يَقْرَأُ

"Sungguh, salah seorang dari kalian pergi ke masjid lalu ia mempelajari atau membaca

آيَتَيْنِ مِن كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ له مِن نَاقَتَيْنِ

dua ayat dari kitabullah 'azza wajalla adalah lebih baik baginya daripada dua unta.
وَثَلَاثٌ خَيْرٌ له مِن ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ له مِن أَرْبَعٍ

Tiga (ayat) lebih baik dari tiga ekot unta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor unta.
وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإبِلِ

Dan berapa pun jumlah (ayat yang dipelajari atau dibaca, maka begitu pula jumlah) untanya (lebih baik)." (HR. Muslim 803)

Dari sini kita memahami bahwa kegiatan Majelis Ilmu lebih-lebih tentang Al-Quran yang mengajak setiap orang untuk mau mencintai dan mendekatkan dirinya pada Al-Quran yang diadakan di masjid memiliki keutamaan yang sangat besar. Dan keutamaan itu ada pada 2 kelompok manusia. Yang pertama adalah para pengurus Masjid atau Takmir Masjid dimanapun mereka berada dan yang kedua adalah para jamaah yang mengetahui adanya kegiatan Majelis Ilmu di masjid tersebut.

Para Takmir bisa denga kebijakan, keputusan dan kebijaksanaan yang ada pada mereka, langsung menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk diadakannya Majelis Cinta Quran ini. Mereka dengan segera menyetujui agenda ini bila diajukan dan ditawarkan kepada mereka agar kajian Majelis Cinta Quran ini diadakan di Masjid Mereka. Mengapa mereka akan mendapatkan keutamaan yang besar dan pahala yang besar ? ya karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda

 مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Siapa saja yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti yang melakukannya. (HR. Muslim 3509, Abu Daud 4464, Tirmidzi 2595, Ahmad 16465)

Kelompok kedua yang akan mendapatkan kebaikan dan pahala yang banyak adalah mereka yang menghadiri kajian majelis ini. Sebab dengan mengikuti dan menghadirinya mereka akan terkategori "faya'lamu" maka mereka akan mengerti, mengetahui. Juga mereka akan mendapat keutamaan lainnya "fayaqrou" lalu dia membaca Al-Quran, maka kedua aktifitas ini semuanya ada dalam majelis Cinta Quran dimana mereka akan mendapatkan balasan unta sehat, gemuk, baik dan berharga dalam setiap ayat yang baca atau dikajinya. Subhanallah.


Selain itu mereka juga akan mendapatkan keutamaan yang lain yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Diantara keutamaan mengikuti Majelis Cinta Quran adalah sebagai berikut :

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ 

وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ 

وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim No. 2699).

Makna dari  وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ “mereka akan dilingkupi para malaikat“, dijelaskan oleh Al Mula Ali Al Qari:

مَعْنَاهُ الْمَعُونَةُ وَتَيْسِيرُ الْمُؤْنَةِ بِالسَّعْيِ فِي طَلَبِهِ

“Maknanya mereka akan ditolong dan dimudahkan dalam upaya mereka menuntut ilmu” (Mirqatul Mafatih, 1/296).

Berikut ini pesan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus senantiasa disampaikan dalam forum itu, agar hati semakin nyaman berada di majelis ini dan selalu ingin menghadirinya di waktu-waktu yang akan datang.

Juga untuk memantapkan hati, menjaga keikhlasan dan menjauhkan rasa malas dan sifat lemah dari mengikuti majelis ini.

Dimudahkan Jalannya Baginya Menuju Surga

Orang yang keluar dari rumahnya menuju masjid untuk menuntut ilmu, maka ia sedang menempuh jalan menuntut ilmu. Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid Merupakan Jihad fi Sabilillah

Orang yang berangkat ke masjid untuk menuntut ilmu syar’i dianggap sebagai jihad fi sabilillah. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن دخَل مسجِدَنا هذا لِيتعلَّمَ خيرًا أو يُعلِّمَه كان كالمُجاهِدِ في سبيلِ اللهِ ومَن دخَله لغيرِ ذلكَ كان كالنَّاظرِ إلى ما ليس له

“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya” (HR. Ibnu Hibban no. 87, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Mawarid, 69).

Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid Mendapat Pahala Sholat Hingga Kembali ke Rumah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا تَوضَّأَ أحدُكُم في بيتِهِ ، ثمَّ أتَى المسجدَ ، كان في صلاةٍ حتَّى يرجعَ ، فلا يفعلْ هكَذا : و شبَّكَ بينَ أصابعِهِ

“Jika seseorang berwudhu di rumah, kemudian mendatangi masjid, maka ia terus dicatat sebagai orang yang shalat hingga ia kembali. Maka janganlah ia melakukan seperti ini.. (kemudian beliau mencontohkan tasybik dengan jari-jarinya)” (HR. Al Hakim no. 744, Ibnu Khuzaimah, no. 437, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil, 2/101).
Tasybik adalah menjalin jari-jemari.

Menghadiri Majelis Ilmu Masjid Dicatat Amalannya di ‘Illiyyin

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

صلاةٌ في إثرِ صلاةٍ لا لغوَ بينَهما كتابٌ في علِّيِّينَ

“Seorang yang setelah selesai shalat (di masjid) kemudian menetap di sana hingga shalat berikutnya, tanpa melakukan laghwun (kesia-siaan) di antara keduanya, akan dicatat amalan tersebut di ‘illiyyin” (HR. Abu Daud no. 1288, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Amir Ar Ruhaili hafizhahullah:

والكتاب في العلِّيِّينَ كتاب لا يكسر و يفتح إلى يوم القيامة محفوظ لا ينقص منه شيئ

“Catatan amal di ‘illiyyin adalah catatan amal yang tidak akan rusak dan tidak akan dibuka hingga hari kiamat, tersimpan awet, tidak akan terkurangi sedikit pun”

Dan tentu saja orang yang menuntut ilmu di masjid akan mendapat semua keutamaan menuntut ilmu secara umum yang ini jumlahnya banyak sekali.

Semoga Allah Ta’ala menambahkan semangat kepada untuk terus menuntut ilmu syar’i, terutama di zaman penuh syubuhat dan fitnah ini. Untuk itulah Hadiri dan Ikuti Kajian Majelis Cinta Quran di Masjid.

أحدث أقدم