Subscribe Us

header ads
Imam Bukhari mengatakan sebagaimana yang dikutip oleh DR.Majdi Al-Hilali dalam bukunya "Kaifa Tahqiqul Wishol Bainal Qalbi wal Quran" bahwa Tidaklah bisa (seseorang) merasakan lezatnya Al-Quran kecuali orang yang beriman kepadanya (Al-Quran). 



Lezat sebagaimana yang biasa kita dengar biasanya untuk hidangan. Sebagaimana dalam hadits Bukhari nomor 6738 terkait perumpamaan yang dilontarkan oleh
malaikat yaitu tentang surga, Rasulullah dan hidangan.

Begitu juga hadits Bukhari Nomor 3834 yang mengisahkan hidangan, Abu Bakar ra dan putranya Abdurrahman ra. Dan beberapa hadits lain.


Sebagaimana hidangan tentu manusia sangat membutuhkannya apalagi pada saat lapar dan haus. Bisa dibayangkan orang yang sedang lapar mendapat hidangan yang sangat ia sukai. Sungguh NIKMAT dan sangat BERSEMANGAT menikmatinya.


Begitu pulalah seseorang yang memiliki IMAN bila sedang menikmati lezatnya hidangan Allah berupa Al-Quran, ia merasakan LEZAT dan NIKMAT yang sangat saat menikmati jamuan itu dan sangat BERSEMANGAT untuk mendatanginya.


Bahkan ia ingin terus mengulangnya dan berharap hal itu terjadi setip hari dari kehidupannya.


DR. Majdi Al-Hilali mengatakan bahwa iman kepada apapun pasti melahirkan ketertarikan dan kepasrahan serta membuka peluang untuk mendengar dan menerimanya.


Beliau mengutip firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 49. Kita langsung perhatikan kalimat terakhir ayat itu, yakni :


إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ


Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman (TQS. Ali Imran 49)


Jika diperhatikan awal ayat ini, maka kita temukan bahwa Nabi Isa berkata kepada Bani Israil :


"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang

yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan
di rumahmu.

Perhatikanlah, bahwa Mukjizat yang telah dipaparkan oleh Nabi Isa (sekitar 4-5 macam mukjizat itu) akan mampu memberi pengaruh bila Bani Israil beriman.


Maknanya jika kalian tidak beriman kepadaku (Nabi Isa As) sebagai Rasul dengan segala mukjizat yang telah ditunjukkan untuk membuktikan bahwa aku (Nabi Isa)

adalah utusan dari Allah, niscaya kalian tidak akan menerima ayat-ayat ini dengan lapang.

Itulah maksud dari Imam Bukhari bahwa bila kita membaca Al-Quran ini tidak berdasarkan keimanan yang BENAR maka tidak akan dirasakan NIKMAT dan LEZAT padanya. 


Jika dengan Mukjizat terbesar yang diterima Rasulullah (Al-Quran) ini kita tidak beriman atau IMAN itu tidak KOKOH maka NIKMAT dan LEZAT itu hilang.


Yang ada adalah rasa hambar yang kita rasakan. Bukan karena Al-Qurannya yang hambar tapi rasa yang didapatkan itulah yang hambar dikarenakan iman kepada Al-Quran

itulah yang RAPUH.

🍀 Tidak ada semangat untuk membuka dan membaca Al-Quran,


🌺 SmartPhone lebih menarik dibawa kemana-mana daripada Al-Quran


🌻 Al-Quran yang ada di Smartphone pun adalah Aplikasi yang paling jarang dibuka


🌼 Berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dan berbulan-bulan tidak mendengar ayat-ayat Allah, biasa-biasa saja


🌷 Tidak ada keinginan untuk mencari petunjuk Allah di dalam Al-Quran dan majelis ilmu


🌸 Membaca Al-Quran tapi tidak ada pengaruh dan kesan yang dirasakan


💐 Lebih menarik membaca berita dan perkembangan terkini di media


🍄 Tidak ada keinginan untuk mau mengamalkan dan terikat pada hukum Allah


🌹Tidak ada semangat untuk menyampaikan dan menyebarkan ISLAM, membela apalagi berkorban untuk KEJAYAAN ISLAM


Sahabat Mulia Utsman bin Affan mengungkapkannya dalam ungkapan yang berbeda beliau mengatakan :


 لَوْ طَهُرَتْ قُلُوْبُنَا لَمَا شَبِعَتْ مِنْ كَلاَمِ اللَّهِ


"Bila hati kita bersih (dari maksiyat dan nafsu dunia namun sebaliknya ia dihiasi iman), maka ia tidak akan pernah merasa kenyang dari Kalamullah (Al-Quran)".


Sadarilah bahwa Al-Quran adalah Kalamullah (perkataan Allah) lalu bacalah ia dan rasakan GETARAN dan SENSASINYA di hatimu.


Semoga Anda yang melakukannya HARI INI diberi oleh Allah KENIKMATAN dan KEBAHAGIAAN Hidup bersama Al Quran.




Lebih baru Lebih lama